Diseminasi Capaian Lisensi Foreign Law Enforcement Governance and Trade (FLEGT) Indonesia
Ditulis oleh : Admin - Bidang :

10 Juli 2017 - 11:28:17 WIB

Sebagaimana diketahui, Lisensi FLEGT secara otomatis memenuhi persyaratan EU Timber Regulation, yang melarang operator/importir EU untuk membeli kayu dan produk kayu yang tidak dijamin legalitasnya. Karenanya, perolehan Lisensi-FLEGT dan pelaksanaan penerbitan pertama mengandung arti yang monumental karena mengangkat harkat dan martabat bangsa Indonesia yang pada masa lalu Indonesia dianggap sebagai negara penghasil kayu yang berasal dari ilegal logging. SILK (Sistem Informasi Legalitas Kayu) sebagai point dari Pihak Indonesia serta Competent Authorities (Otoritas yang melaksanakan VPA) di masing-masing negara anggota Uni Eropa dan para operator/importer produk perkayuan di Eropa selalu berkomunikasi untuk memecahkan masalah-masalah yang terjadi.

Untuk memastikan mata rantai kayu legal dari hulu ke hilir terekonsiliasi dengan optimal, baik yang bersumber dari hutan negara dan hutan rakyat, serta peredaran kayu di tingkat daerah maupun nasional, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan membangun sistem Informasi yang mengintegrasikan sistem-sistem baik yang telah berjalan maupun yang sedang dikembangkan dengan Sistem Informasi PHPL (SI-PHPL). Dan dalam sosialisasi ini, SI-PHPL akan diperkenalkan dan diujicobakan kepada para pemegang ijin yang selaku salah satu operator, dan kepada instansi terkait di daerah (Dinas Kehutanan Provinsi dan BPHP) serta LVLK/LPHPL. Dan untuk menginformasikan kepada publik, progress pelaksanaan Lisensi FLEGT selama ini perlu dilakukan diseminasi ke beberapa kota besar sentra industry perkayuan di Indonesia sekaligus praktek├é  untuk mendapatkan rekomendasi impor dalam rangka Uji Tuntas.

Untuk itulah diadakan Diseminasi Capaian Lisensi FLEGT Indonesia yang akan dimulai dengan Kick Off di Jakarta pada tanggal 4 April 2017, yang dilanjutkan di 6 kota besar lainnya seperti di Semarang, Di Yogyakarta, Bali, Surabaya, Medan, dan terakhir di Samarinda, Kalimantan Timur tepatnya di Aula Dinas Kehutanan Prov. Kaltim pada hari Senin-Selasa, 10-11 Juli 2017 yang dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Pengelolaan Hutan Produksi Lestari cq. Direktorat Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hutan, dan difasilitasi oleh Multistakeholder Forestry Programme (MFP3). Yang menjadi Pembicara/ Narasumber sosialisasi yaitu Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, EU Delegasi dan Pelaku Usaha, serta Kementerian Koperasi dan UKM (khusus Jawa Tengah), yang dipimpin oleh Pejabat se level Eselon di masing-masing kota.

Diseminasi Capaian Lisensi FLEGT Indonesia diadakan dengan maksud dan tujuan :

  • Memberikan informasi para pihak tetang Progress FLEGT-VPA sampai dengan saat ini, sekaligus menyampaikan permasalahan yang terjadi serta solusinya supaya tidak terjadi kejadian serupa.
  • Megurangi keraguan akan daya saing kayu dan produk kayu Indonesia setelah menggunakan Lsensi FLEGT karena SVLK adalah salah satunta sistem di dunia yang diterima oleh Uni Eropa.
  • Mendorong pelaksanaan SVLK kepada seluruh pelaku usaha perkayuan, serta mendorong pengadaan barang dalam negeri memakai produk kayu yang ber S-LK.
  • Melakukan praktek pelaksanaan Uji Tuntas untuk pengajuan rekomendasi impor.
  • Memperkenalkan dan melakukan uji cobaSI-PHPL kepada para pihak terkait.

Kegiatan Diseminasi di Samarinda, Kalimantan Timur dihadiri oleh Instansi Pemerintah Pusat dan Daerah, pelaku usaha (eksportir dan importir), asosiasi, LSM, Lembaga Verifikasi dan media, serta pihak lainnya yang terlibat dalam SVLK.

JAJAK PENDAPAT
Bagaimana Menurut Anda Pelayanan di Kantor Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Timur ?
Sangat Memuaskan
Cukup Memuaskan
Memuaskan
Kurang Memuaskan
Tidak Memuaskan

HASIL POLLING
VLOG DINAS KEHUTANAN
STATISTIK PENGUNJUNG
  • Browser :
  • OS : Unknown Platform
  • Dikunjungi sebanyak : 264368 kali